Proses Terjadinya Gerhana Bulan : Gambar Gerhana Bulan

Proses Terjadinya Gerhana Bulan : Gambar Gerhana Bulan. Sesuai janji saya kemarin malam waktu saya menulis artikel tentang Proses Terjadinya Gerhana Matahari bahwa Insya Allah saya akan update artikel seputar gerhana bulan yang tentunya proses terjadinya gerhana bulan dan gambar terbentuknya gerhana bulan.
proses terjadinya gerhana bulan
Gerhana bulan adalah salah satu fenomena alam yang terjadi kerena bulan, bumi, dan matahari sedang berada tepat di garis lurus yang sama. Gerhana bulan dapat terjadi ketika sebagian atau seluruh penampakan bulan tertutup oleh bumi. Akibatnya cahaya matahari tidak dapat dipantulkan oleh bulan ke bumi karena terhalang oleh posisi bumi.

Menurut para ahli astronomi, Gerhana merupakan proses tertutupnya matahari atau bulan secara tiba-tiba. Gerhana dibedakan menjadi dua, yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
gerhana bulan
penyebab gerhana bulan
Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°[1], maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika.

Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali. Ketika gerhana bulan sedang berlangsung, umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana bulan (salat khusuf).

Jenis-Jenis Gerhana Bulan

1. Gerhana Bulan Total atau Seluruh

Gerhana bulan jenis ini terjadi jika bulan berposisi tepat di tengah umbra. Umbra merupakan bayangan inti tepatnya di bagian tengah bayangan gelap ketika sedang terjadi gerhana bulan. Gerhana total ini ada dua tipe yaitu gerhana bulan total negatif yang terjadi jika posisi bulan ada di atas NTT sehingga warnanya menjadi merah namun tidak merata dan gerhana bulan total positif yang terjadi jika melalui titik umbra sehingga warnanya merah merata.

2. Gerhana Bulan Separuh atau Sebagian

Gerhana bulan jenis ini dapat terjadi jika hanya sebagian daerah bulan yang masuk ke daerah umbra sedangkan sebagian yang lain berada pada bayangan penumbra ketika mencapai fase maksimum. Fenomena ini menyebabkan sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan hanya sebagian saja sehingga kita hanya dapat melihat sebagian bentuk bulan.

3. Gehana Bulan Penumbra

Gerhana bulan penumbra terjadi apabila posisi bulan ada di daerah penumbra. Hal ini menyebabkan bukan dapat terlihat namun memiliki warna yang suram. Gerhana ini dibagi menjadi dua tipe yaitu gerhana penumbra sebagian dan gerhana penumbra total.


Semoga artikel gerhana bulan bermanfaat bagi sobat. (Artikel ini dikutip dari berbagai sumber)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel