Contoh Makalah PKn Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka. Itulah judul contoh makalah PKn yang saya share pada kesempatan ini. jika berbicara dengan contoh makalah, tepat sekali sobat membuka situs ZonaPelajar.Com karena dalam situs ini sudah banyak contoh makalah yang saya share untuk semua mata pelajaran.
contoh makalah
Bukan hanya contoh makalah PKn, tetapi makalah biologi, bahasa indonesia, penjaskes dan mata pelajaran lainnya. Ups, bukan hanya contoh makalah. tetapi terdapat contoh puisi, contoh kata pengantar, contoh skripsi, bahan materi ajar, rpp dan lain-lain. Pokoknya yang berhubungan dengan pendidikan deh.

Dalam artikel Contoh makalah PKn ini yang berjudul Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka, yang saya share hanya poin-poin pentingnya saja. Jadi sobat berminat, sobat bisa Download Contoh Makalah ini dengan mengklik Link Download yang sudah kami sediakan di bawah.

Langsung saja, kita masuk ke Pembahasan.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia digali berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dengan pandangan dan gagasan yang saling terbuka. Keterbukaan ini pada akhirnya mencirikan Pancasila sebagai ideologi terbuka. Pancasila merupakan wadah atau sarana yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia karena Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia berisi cita-cita moral yang mengandung nilai¬-nilai dan norma-norma luhur yang sudah berakar dan membudaya dalam masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara, secara formal mendasari semua usaha dan kegiatan bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang diangkat oleh para pendiri ketika mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

A. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Kata Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau asas. Pancasila berarti lima dasar atau lima asas berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para pendiri Indonesia menentukan Pancasila sebagai dasar negara dengan alasan bahwa Pancasila sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia dan merupakan kepribadian bangsa Indonesia.

Dengan demikian, Pancasila juga merupakan ideologi negara Indonesia. Sebagai suatu bangsa dan negara yang :elate merdeka dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sudah selayaknya kalau kita sebagai bagian di dalamnya turut mempertahankan dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sudah bukan pada tempatnya di era saat ini masih ada segolongan atau sekelompok orang yang mempersoalkan keberadaan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Maka pada kesempatan ini sebagai suatu bangsa yang besar perlu merenungkan, memaharni, dan mengkaji secara mendalam ;~ sehingga dapat menerima dan mengamalkan ideologi Pancasila secara utuh. Berikut ini akan dibahas tentang Pancasila sebagai ideologi terbuka, Pancasila sebagai sumber nilai, Pancasila sebagai paradigma pembangunan, sikap positifterhadap nilai-nilai Pancasila dan akan dibahas pula tahap-tahap amandemen UUD 1945 serta perilaku kostitusional dalam hidup berbangsa dan bernegara. Dengan ini diharapkan semua warga negara Indonesia momiliki pemahaman yang benar mengenai Pancasila dan UUD 1945.

1. Pengertian Ideologi Negara dan Macam-macamnya

Istilah ideologi berasal dari kata idea yang artinya gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita dan logos yang berarti ilmu. Dengan demikian, ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran. Secara umum ideologi dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasan-¬gagasan, ide-ide, atau keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut dan mengatur tingkah laku manusia dalam berbagai bidang kehidupan (politik, sosial, budaya, bahkan keagamaan).

a. Nicollo Machiavelli
Ideologi adalah pengetahuan mengenai cara menyembunyikan kepentingan, mendapatkan serta mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi-konsepsi keagamaan dan tipu daya.

b. Antoine Destut de Tracy
Ideologi negara adalah ilmu mengenai gagasan atau ilmu tentang ide-ide.
Ideologi negara adalah konsensus mayoritas warga negara tentang nilai-nilai dasar negara yang ingin diwujudkan melalui kehidupan negara (Henken, 1998).

c. Karl Marx
Menurut Karl Marx, ideologi adalah merupakan kesadaran palsu. Disebut demikian karena ideologi merupakan hasil pemikiran tertentu yang diciptakan oleh para pemikir. Dengan demikian ideologi merupakan pengandai-andaian spekulatif.

d. Louis Althusser
Ideologi adalah gagasan-gagasan spekulatif, tetapi bukan sebagai kesadaran palsu, sebab gagasan spekulatif bukan dimaksudkan untuk menggambarkan realita tetapi untuk memberikan' gambaran tentang bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupan.

e. A.S. Hornby
Ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik yang dipegang oleh seseorang atau sekelompok orang.

Ideologi bukan sekedar pengetahuan teoritis belaka, tetapi sesuatu yang dihayati, menjadi keyakinan bahkan membawa komitmen untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran ideologi seseorang, semakin tinggi komitmen untuk melaksanakannya. Akan tetapi, ideologi bukanlah suatu agama, karena agama merupakan sistem kepercayaan yang mengakui dunia beserta isinya merupakan ciptaan Tuhan, dan kehidupan fana yang dilanjutkan adanya kehidupan yang kekal.

Agama memberikan bimbingan kepada manusia agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Selanjutnya sebagai bahan pemikiran untuk diketahui bersama bahwa di dunia ini ada terdapat tiga ideologi yaitu ideologi liberalis, komunis, dan Pancasila.

Menurut Alfian, Pancasila memenuhi ketiga dimensi ini, sehingga Pancasila dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka. Gagasan mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka mulai berkembang sejak 1985, meskipun semangatnya sudah tumbuh sejak Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara oleh para founding fathers negara Indonesia.

Karena berada di tengah berbagai ideologi bangsa di dunia, Pancasila harus bersifat luwes, fleksibel, serta tidak tertutup dan kaku yang dapat membuatnya ketinggalan zaman.

2. Sejarah Singkat Lahirnya Pancasila

lstilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad ke-XIV, yaitu terdapat pada buku. Negarakertagama karangan Empu Prapanca dan buku Sutasomo karangan Empu Tantular. Dalam buku Sutosomo ini, istilah Pancasila mernpunyai arti pelaksanaan kesusilaan yang lima Pancasila Krarna yaitu sebagai berikut.

a. Tidak boleh melakukan kekerasan.
b. Tidak boleh mencuri.
c. Tidak boleh berjiwa dengki
d. Tidak boleh berbohong
e. Tidak boleh mabuk minum keras

Dalam Tap MPR. Nomor II/MPR/1993, dijelaskan salah satu asas pembangunan nasional kita adalah asas kemandirian artinya bahwa pembangunan nasional kita berdasarkan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri, serta bersendikan kepada kepribadian bangsa atau dengan kata lain percaya diri dalam melaksanakan segala sesuatu kegiatan pembangunan.

3. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideologi merupakan bagian terpenting dari fungsi kehidupan dan kedudukan Pancasila dalam kehidupan dan kedudukan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai ideologi memiliki kedudukan sebagai alat pemersatu sekaligus berfungsi sebagai perangsang dalam pengembangan pemikiran-pemikiran baru tentang Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam berbagai aspek kehidupan bernegara.

Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara, di samping itu juga mengantarkan masyarakat mencapai cita-citanya. Dengan demikian, ideologi sangat menentukan eksistensi suatu bangsa dan negara. Ideologi akan menjadi realistic manakala terjadi orientasi yang bersifat dinamis antara masyarakat bangsa dengan ideologi.

Dengan demikian ideologi akan bersifat terbuka dan antisipatif bahkan bersifat reformatif, dalam arti mampu mengadaptasi perubahan¬ perubahan sesuai dengan aspirasi bangsanya. Namun jika perlakuan terhadap ideologi diletakkan sebagai nilai yang sakral bahkan sebagai alat legitimasi kekuasaan, maka dapat dipastikan ideologi menjadi tertutup, kaku, beku, dogmatis, dan menguasai kehidupan bangsanya.

Ciri khas ideologi terbuka adalah nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat itu sendiri. Dasarnya bukan keyakinan ideologi sekelompok orang, melainkan digali dan ditemukan dalam masyarakatnya. Oleh karena itu, ideologi terbuka adalah milik seluruh rakyat dan sebaliknya masyarakat akan menemukan jati diri kepribadian di dalam ideologi tersebut.

B. Pancasila sebagai Sumber Nilai

Bagi bangsa Indonesia, sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa bernegara adalah Pancasila. Semua tolok ukur tentang baik buruk dan benar salahnya sikap perbuatan serta tingkah laku bangsa Indonesia adalah nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila merupakan nilai intrinsik yang kebenarannya dapat dibuktikan secara objektif. Pancasila mengandung nilai-nilai universal, serta nilai subjektif yang menjadi dasar pedoman hidup dengan dimensi waktu dan ruang.

Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermanfaat, berguna bagi manusia. Selain itu nilai juga berarti standar ukuran tentang sesuatu berkualitas atau tidak berkualitas, bermanfaat atau tidak bermanfaat. Nilai dapat dikelompokkan menjadi nilai materiil yaitu berguna atau tidaknya bagi unsur jasmani maupun Nilai vital yaitu sesuatu yang berguna untuk aktivitas. Nilai kerohanian yaitu sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

Berdasarkan uraian di atas, maka esensi pembahasan pada Pancasila sebagai sumber bukan mengarah pada nilai material atau vital, melainkan berkaitan dengan nilai kerohanian & tetap mengakui adanya keseimbangan antara nilai kerohanian, material, dan nilai vital. Secara yuridis konstitusional Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yang menjadi dasar Negara Republik Indonesia adalah digali dari realitas nilai tata nilai budaya masyarakat Indonesia. Nilai-nilai dasar tersebut telah hidup dan berkembang sejak awal peradaban terutama meliputi berikut ini :

1. Nilai religius, yang terdapat dalam sila ke-l Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.
2. Dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, terkandung nilai pengakuan dan martabat manusia perlakuan yang adil terhadap sesama manusia.
3. Dalam sila Persatuan Indonesia, memuat nila mengakui keberagaman masyarakat Indonesia tidak mendeskriditkan perbudaan suku, agama, ras, maupun golengan,
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan memuat nilal kedaulatan rakyat, semua warga negara Indonesia memiliki kedudukan, hak kewajiban yang sama.
5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, nilai yang terkandung dalam nilai ini meliputi keseimbangan antara hak dan kewajiban, keadilan bagi masyarakat dan rakyat Indonesia.

Oya, mohon maaf sob, seperti yang saya katakan tadi, jika berminat dengan artikel contoh makalah PKn ini, silahkan Download Gratis Di Sini. Semoga artikel contoh makalah PKn ini bermanfaat. Amin

0 Response to "Contoh Makalah PKn Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel