Materi Lengkap Tenis Meja Penjas SMA Kelas X Semester 1

Materi Penjas SMA, Materi Tenis Meja Penjas SMA Kelas X. Berikut materi Penjasorkes SMA Kelas X semester 1 untuk Materi Tenis Meja.

Permainan Tenis Meja

1. Hakikat dan Perlengkapan Tenis Meja

a. Hakikat Tenis Meja

Tenis meja merupakan suatu olahraga yang dimainkan dengan menggunakan bet kayu dilapisi karet untuk memukul bola melewati jaring yang dibentangkan di atas meja. Keunikan permainan tenis meja, antara lain pada penggunaan lapisan bet yang terdiri dari bermacam-macam lapisan karet yang menghasilkan pantulan bola beraneka ragam pula dan penggunaan teknik memegang bet (grip). Seringkali pukulan yang dilakukan tidak sepenglihatan pihak lawan. Pukulan yang nampaknya sama, tetapi menghasilkan putaran bola yang berlainan.

Mengingat keunikan permainan tenis meja, maka untuk penguasaanya memerlukan pengamatan, kelincahan, dan refleks yang baik pula dari setiap pemain. Hal ini mutlak diperlukan apabila seseorang ingin berprestasi dalam cabang olahraga tenis meja. Dalam melakukan permainan tenis meja ada tiga bentuk atau cara memainkannnya, antara lain :
- Single, yaitu Putra dan Putri atau Permainan Tunggal.
- Double, yaitu Putra dan Putri atau Permainan Ganda.
- Double Campuran, yaitu antara Putra dan Putri yang terdiri dari pada seorang Putra dan Putri.

Pada pokoknya, teknik dasar permainan tenis meja dapat dibedakan menjadi empat, yaitu pegangan (grip), posisi siap (stance), teknik pukulan (stroke(, dan gerakan kaki (footwork).

b. Lapangan Tenis Meja

Berikut Gambar perlengkapan Permainan Tenis Meja/Gambar Lapangan Tenis Meja Beserta ukurannya:
materi ajar tenis meja
Keterangan untuk Perlengkapan Meja/Lapangan Tenis Meja:
  1. Permukaan meja atau meja tempat bermain harus berbentuk segi empat dengan panjang 2,74m dan lebar 1,525m, dan harus datar dengan ketinggian 76 cm di atas lantai.
  2. Permukaan meja tidak termasuk sisi permukaan meja.
  3. Permukaan meja boleh terbuat dari bahan apa saja namun harus menghasilkan pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm.
  4. Seluruh permukaan meja harus berwarna gelap dan pudar dengan garis putih selebar 2 cm pada tiap sisi panjang meja 2,74 m dan tiap lebar meja 1,525 m.
  5. Permukaan meja dibagi dalam 2 bagian yang sama secara vertikal oleh net paralel dengan garis akhir dan harus melewati lebar permukaan masing-masing bagian meja.
  6. Untuk ganda, setiap bagian meja harus dibagi dalam 2 bagian yang sama dengan garis tengah berwarna putih selebar 3mm, paralel dengan garis lurus sepanjang kedua bagian meja, garis tengah tersebut harus dianggap menjadi 2 bagian kiri dan kanan.
Perangkat Net Tenis Meja.
  1. Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya dan ke dua tiang penyangga, termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja.
  2. Net harus terpajang dengan bantuan tali yang melekat pada ke dua sisi atas tiang setinggi 15,25 cm, batas perpanjangan ke dua tiang di setiap sisi akhir lebar meja adalah 15,25 cm.
  3. Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas permukaan meja.
  4. Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja dan perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang penyangga.

c. Raket atau Bet Tenis Meja

Berikut aturan Bet Tenis Meja:
  1. Ukuran, berat, bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku.
  2. Ketebalan daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu; dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat seperti fiber karbon atau fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5 % dari total ketebalan 0,35 mm, yang adalah merupakan bagian yang lebih sedikit/tipis.
  3. Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet datar maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (karet pletok) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau jika dilapisi karet lunak (Sandwich Rubber) atau (spons) dengan karet bintik di dalamnya maka ketebalannya tidak lebih dari 4.0mm termasuk lem perekat.
  4. Karet bintik biasaadalah lapisan tunggal yang bukan karet cellular, sintetik atau karet alam, dengan bintik yang menyebar dipermukaan raket secara merata dengan kepadatan tidak kurang dari 10 per-cm2 dan tidak lebih dari 30 per-cm2.
  5. Karet lunak(sandwich rubber) adalah lapisan tunggal dari karet cellular yang ditutupi dengan lapisan luar karet bintik biasa, ketebalan dari karet bintik tidak lebih kurang dari 2 mm.
  6. Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada bagian yang terdekat dari kayu yang dipegang dan yang ditutupi oleh jari-jari dapat ditutupi oleh bahan lain atau tidak ditutupi.
  7. Daun raket, lapisan yang menutupi baik karet atau lemnya harus merata (tidak bersambung) dan juga ketebalannya.
  8. Permukaan daun raket yangdilapisi karet ataupun tidak dilapis harus diwarnai dengan warna pudar, merah atau hitam, (tidak sama dengan warna sebelahnya).
  9. Karet raket yang digunakan harus tanpa perlakuan bahan kimia, merubah karakterisktik karet secara fisik, atau hal lainnya.
  10. Apabila terjadi sedikit kekurangan/ penyimpangan pada warna dan kesinambungan permukaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian yang tidak disengaja dapat diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan raket.
  11. Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.

2. Latihan Teknik Bermain Tenis Meja

Pada dasarnya, teknik permainan tenis meja dapat dibagi menjadi empat, yaitu
  1. Teknik memegang Bet (grip)
  2. Teknik siap sedia (stance)
  3. Teknik gerakan kaki (footwork)
  4. Teknik Pukulan (stroke)
Untuk lebih jelasnya dari empat bagian di atasm silahkan baca penjelasannya di bawah:

a. Latihan Teknik Memegang Bet (Grip)

Pada umumnya, ada dua jenis grip dan masing-masing mempunyai bermacam-macam variasi, di antaranya sebagai berikut.
materi penjas tenis meja
1. Shakehand Grip
Artinya berjabat tangan. Dengan shakehand grip, seorang pemain dapat melakukan forehand stroke and backhand stroke tanpa mengubah grip dan menggunakan kedua belah sisi blade bet.

materi tenis meja
kurikulum penjas sma
Beberapa keuntungan menggunakan shakehand grip, yaitu berikut ini.
1. Mempunyai kontrol lebih tinggi.
2. Dua sisi bisa lebih diefektifkan (backhand dan forehand).
3. Sudut jangkauan lebih luas.
4. Bisa digunakan untuk bermain bertahan maupun menyerang.
5. Lebih banyak digunakan oleh pemain Eropa, Amerika, dan sebagian Asia.

2. Penholder Grip
Penhold artinya memegang pena. Cara memegang bet ini seperti memegang pena. Grip ini hanya mempergunakan satu sisi blade bet.
Tenis meja Penjas sma kelas x
Ada beberapa keuntungan jenis penholder grip, yaitu berikut ini.
1. Mempunyai kecepatan lebih tinggi.
2. Pergelangan bisa lebih efektif.
3. Lebih banyak digunakan oleh pemain Asia.
4. Hanya digunakan untuk tipe serang.

Penhold Grip atau pegangan tangkai pena dikenal pula dengan pegangan Asia, walaupun akhirnya kebanyakan pemain Asia banyak menggunakan pegangan Shakehand. Pada pegangan ini hanya satu sisi bet yang dapat digunakan.

b. Latihan Teknik Siap Sedia (Stance)

Stance adalah sikap siap sedia pada waktu kita menanti pukulan servis lawan. Beberapa stance yang biasa dipergunakan dalam permainan tenis meja, di antaranya berikut ini.

1. Square Stance
Adalah posisi badan menghadap penuh ke meja. Biasanya, posisi ini digunakan untuk menerima servis dari lawan atau kembali setelah mengembalikan pukulan dari lawan. Untuk semua pemain bisa dengan mengambil posisi di tengah-tengah menghadap meja.

Jarak yang normal antara badan dengan meja bermacam-macam. Untuk pemain jarak pendek ± 1 meter, untuk pemain jarak sedang ± 1-2 meter, dan untuk pemain bertahan dengan ± 2-3 meter dari base line.

2. Side Stance
Side stance, berarti posisi badan menyamping, baik ke samping kiri maupun ke samping kanan. Pada side stance, jarak antara salah satu bahu ke meja (net) harus ada yang lebih dekat. Misalnya, stance untuk forehand stroke bagi pemain tangan kanan, bahu kiri harus lebih dekat ke net.

Sebaliknya, stance untuk backhand stroke bagi pemain tangan kanan, bahu kanan beserta kaki kanannya harus lebih dekat ke net. Posisi ini digunakan dalam hampir semua gerakan memukul, kecuali pada saat menunggu bola.

3. Open Stance
Open stance modifikasi dari side stance. Stance ini hanya digunakan untuk backhand block, kaki kiri agak terbuka keluar, dan agak ke depan (untuk pemain tangan kanan).

c. Latihan Teknik Gerakan Kaki (Footwork)

Pengaturan kaki sangat penting dalam bermain tenis meja,tetapi banyak pemain yang tidak menyadarinya. Banyak pemain yang menempatkan posisi kaki di tengah meja sehingga kesulitan saat melakukan blocking. Hal yang harus diperhatikan adalah posisi siku yang memegang bet harus berada di titik tengah antara forehand dan backhand .

pemain harus menjaga agar siku berada di dekat bagian tengah meja dan menggerakkan tubuh sedikit ke kiri.. Yang terakhir pemain harus memperhatikan posisi lawan. Posisi kaki sebenarnya hanya ada dua yaitu dari sisi kiri dan dari sisi kanan jika kita tidak memahami langkah yang tepat, maka kita akan kesulitan dalam menempatkan posisi.

Metode gerak kaki yang kita gunakan adalah two-step (Larry Hodges,2002:57).Tipe ini biasanya digunakan oleh pemain dengan tipe menyerang. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
- Lutut sedikit ditekuk
- Berat badan dibagi secara rata dikedua kaki
- Berat badan ditumpukan pada ujung kaki
- Bila ingin melangkah ke kiri, kaki kiri digeser kearah kiri dan berat badan dibebankan kearah kaki kiri. Bila perlu melakukan duakali langkah maka caranya sama
- Kaki kanan mengikuti kaki kiri, jika ingin melakukan pukulan forehand maka kaki kanan ditarik ke belakang sehingga sama seperti posisi awal melakukan pukulan forehand.

Setelah melakukan pukulan, harus memperhatikan arah bola dan kembali ke posisi awal. Bila ingin bergerak ke kiri dorong dengan kaki kanan. Bila tidak dalam posisi siap, maka harus bergerak ke arah belakang, tetapi jika lawan memukul bola kita jangan bergerak.

d. Latihan Teknik Pukulan (Stroke)

Terdapat beberapa teknik pukulan dasar dalam permainan tenis meja, antara lain;
  1. Push
  2. Drive
  3. Block
  4. Chop
  5. Service
Kelima teknik pukulan diatas dapat dijelaskan satu persatu berikut ini:
1) Latihan Pukulan Push (dorongan)
Push adalah pukulan backspin pasif yang dilakukan untuk menghadapi backspin (Larry Hodges,2002:64).Pukulan ini dapat menjaga agar bola tidak melambung terlalu tinggi dari net.Untuk melakukan pukulan forehand push perhatikan agar posisi bet sedikit terbuka Gerakan bet kedepan dan sedikit kebawah.

Usahakan bola mengenai bet bagian tengah.Yang kedus adalah cara melakukan backhand push perkenaan blanya sama dengan forehand push bedanya ini menggnakan backhand. Usahakan kontak bola hanya terjadi gesekan tetapi kuat sehingga menghasilkan bola backspin yang sempurna. Usahakan perkenaan bola di kiri mendekati bagian depan tubuh.

2) Latihan Pukulan Drive.
Drive merupakan pukulan dengan ayunan panjang sehingga menghasilkan pukulan yang datar dan keras (Sutarmin,2007:36).Tipe pukulan ini keras dan cepat .Cara melakukan forehand drive pertama gerakkan bet kearah depan.

Gerakan ini diikuti dengan perputaran badan kearah depan kira-kira badan berputar tiga puluh derajat..

Kesalahan dan cara mengatasi dalam melakukan pukulan forehand drive adalah terjadi perubahan pada posisi bet akibat bergeraknya pergelangan tangan hal ini menyulitkan saat kontak dengan bola. Kuatkan pergelangan tangan saat sikap permulaan, sehingga bet tidak akan mudah berubah posisi. Yang kedua adalah pukulan backhand drive Cara melakukannya pertama siku membentuk sudut sembilan puluh derajat.Pergerakan bet diikuti oleh gerak memutar badan.Usahakan kontak dengan bola saat bet berada didepan badan agak kiri.

Kesalahan yang sering terjadi dalam pukulan drive dan cara mengatasinya adalah gerakan kaki. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan memperbanyak latihan backhand.

3) Latihan Pukulan Block
Block adalah cara paling sederhana untuk mengembalikan pukulan yang keras (Larry Hodges,2002:72). Block dilakukan setelah bola memantul dari meja. Hal ini dilakukan untuk membuat lawan tidak dapat melancarkan serangan dengan cepat, karena bola yang di block akan kembali dengan cepat Cara melakukan forehand blok yang pertma gerakkan bet ke depan, posisi bet tertutup (sisi depan bet menghadap ke bawah).

Perhatikan arah datangnya bola, segera lakukan block setelah bola memantul dari meja, perkenaan bola dengan bet tepat pada tengah bet.Sedangkan untuk backhand block bet berada disebelah kiri tubuh.Gerakkan bet ke depan jika ingin melakukan blocking, posisi bet tertutup (sisi depan bet menghadap ke bawah).Perhatikan arah datangnya bola, segera lakukan block setelah bola memantul dari meja, perkenan bola dengan bet tepat pada tengah bet.

4) Latihan Pukulan Chop
Chop merupakan pukulan backspin yang bersifat bertahan (Larry Hodges,2002:99). Persiapan dalam melakukan pukulan forehand chop sama untuk melakukan pukulan forehand tapi posisi bet agak terbuka. Gerakkan bet ke depan condong ke bawah. Usahan kontak dengan bola terjadi di depan kanan badan.

Perkenaan bola pada sisi bet depan agak bawah dan perkenaan pada bola pada sisi bawah bola.Sedangkan untuk backhand chop posisi awal sama dengan backhand
tetapi posisi bet terbuka atau sisi depan condong ke atas. Usahakan kontak bola pada bagian sisi bawah bet depan dengan sisi bawah bola.Usahakan perkenaan bola di kiri agak depan tubuh.

5) Latihan Pukulan Service
Servis yaitu memukul bola untuk menyajikan bola pertama (Sutarmin,2007:17).Ada beberapa teknik servis yaitu servis forehand topspin, servis backhand topspin, servis forehand backspin, servis backhand backspin. Topspin merupakan arah putaran bola (dimana bola berputar searah jarum jam). Backspin merupakan arah putaran bola juga (bola berputar berlawanan jarum jam).

Cara melakukan servis
Forehand Topspin
Untuk melakukan forehand topspin pemaian berdiri dengan sikap persiapan di meja bagian kanan dan menghadap sektor kiri meja lawan.Tangan kanan memegang bet berada di kanan badan dengan siku ditekuk sebesar sembilan puluh derajat.Telapak tangan kiri memegang bola.Bola dilambungkan setinggi enam belas senti meter, kemudian dipukul dengan bet.Usahakan pantulan bola tidak begitu tinggi dari net.

Backhand Topspin
Untuk melakukan backhand topspin pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan. Tangan kanan memegang bet dengan mendekatkanya ke pinggang sebelah kiri.Telapak tangan kiri memegang bola. Lambungkan bola setinggi enam belas senti meter, pukul dengan bet.Usahakan bola tidak begitu tinggi dari net sehingga pantulan bola di meja lawan tidak begitu tinggi

Backhand Backspin
Untuk melakukan backhand backspin pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan.Tangan kanan memegang bet dengan mendekatkanya ke pinggang sebelah kiri..Telapak tangan kiri memegang bola.Lambungkan bola setinggi enam belas senti meter, pukul dengan bet..Untuk melakukan pukulan ini hanya menggesek bagian belakang bola dengan bagian bawah bet. Gerakan bet ke depan condong turun ke bawah..Usahakan bola tidak begitu tinggi dari net sehingga pantulan bola di meja lawan tidak begitu tinggi.

Wah cape' juga ya kalo ngetik.. Oke sobat. Semoga dengan adanya artikel Materi Penjas Tenis Meja SMA Kelas X ini bisa membantu sobat. Amin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel