Peraturan Undian Sistem Gugur Pada Olahraga Tenis Meja

Peraturan Undian untuk Sistem Gugur Pada Olahraga Permainan Tenis Meja. Oke sob, langsung saja berikut Pertauran Tenis meja mengenai Undian Untuk Sistem Gugur, jika masih yang kurang mohon tambahkan pada form komentar di bawah artikel penjas ini atau anda bisa menghubungi kami dengan mengklik menu Kontak di Atas :
peraturan lengkap tenis meja
3.6.1 Kualifikasi dan bye.

3.6.1.1. Pada event yang menggunakan sistem gugur, jumlah penempatan dalam babak pertama masing-masing bagian (atas/bawah) harus memiliki 2 kekuatan yang sama.

3.6.1.1.1. Jika terdapat lebih sedikit kolom/entry daripada yang diundi, pada babak awal, bye harus disesuaikan untuk melengkapi jumlahnya.

3.6.1.1.2. Jika terdapat lebih banyak yang diundi daripada kolom, maka kualifikasinya (babak awal) harus dilaksanakan sesuai jumlah orang yang ikut sehingga jumlah kolom berikutnya sesuai dengan yang diinginkan.

3.6.1.2. Bye harus sedapat mungkin dapat dibagi rata sepanjang babak pertama, yang juga ditempatkan terlebih dahulu pada seeded sesuai dengan urutan seeded.

3.6.1.3. Pemain harus diundi dan sedapat mungkin merata diantara dua bagian kolom/entry, per-empat, per-delapan atau per-enam belas dari undian, sesuai kelayakan jumlahnya.

3.6.2. Penempatan Seeded dengan Ranking

3.6.2.1. Pemain yang memiliki peringkat paling tinggi harus dipisahkan sehingga tidak bertemu sebelum babak akhir.

3.6.2.2. Jumlah kolom/entry yang diseeded tidak boleh melebihi jumlah kolom/entry pada babak awal tiap kejuaraan.

3.6.2.3. Kolom nomor/ranking 1 harus ditempatkan di bagian atas dan ranking 2 ditempatkan di bagian bawah dari 2 bagian kolom/seeded, tetapi yang lainnya ditempatkan berdasarkan undian pada kolom yang ditentukan seperti :

3.6.2.3.1. Kolom yang ditempati ranking 3 dan 4 harus diundi untuk ditempatkan pada bagian bawah dan bagian atas dari masing-masing 2 bagian besar kolom (pertengahan).

3.6.2.3.2. Kolom yang ditempati ranking 5 s/d 8 harus diundi diantara nomor ganjil pada perempat bagian bawah dan nomor genap pada perempat bagian atas yang masing-masing bagian terlebih dahulu dibagi 2 (1/4 bagian dari keseluruhan).

3.6.2.3.3. Kolom yang ditempati ranking 9 s/d 16 harus diundi diantara nomor ganjil pada perdelapan bagian bawah dan diantara nomor genap pada perdelapan bagian atas (pada masing-masing per-delapan bagian).

3.6.2.3.4. Kolom yang ditempati ranking 17 s/d 32 harus diundi diantara nomor ganjil pada perenambelas bagian bawah dan nomor genap pada perenambelas bagian atas (pada masing-masing per-enam belas bagian).

3.6.2.4. Pada kejuaraan beregu yang menggunakan sistem gugur, hanya regu yang memiliki ranking tertinggi dari asosiasinya yang boleh di seeded.

3.6.2.5. Penempatan seeded berdasarkan ranking harus mengikuti urutan yang ditetapkan terakhir oleh ITTF, kecuali bahwa

3.6.2.5.1. apabila seluruhnya layak untuk diseeded berasal dari benua yang sama maka daftar ranking terakhir yang dibuat oleh federasi tersebut harus diutamakan.

3.6.2.5.2. apabila seluruh kolom yang diseeded berasal dari asosiasi yang sama maka daftar ranking yang dibuat oleh asosiasi tersebut diutamakan.

3.6.3. Penempatan Seeded Berdasarkan Unggulan Asosiasi

3.6.3.1. Pemain dan pasangan yang diusulkan dari asosiasi yang sama, sedapat mungkin, harus dipisahkan, sehingga mereka tidak bertemu sebelum babak akhir.

3.6.3.2. Asosiasi harus membuat daftar urutan para pemain dan pasangan berdasarkan ranking mereka, dimulai dari pemain yang mana saja termasuk yang terdaftar untuk diseeded berdasarkan daftar urutan tersebut.

3.6.3.3. Kolom/entry untuk ranking 1 dan 3 harus diundi untuk ditempatkan pada kolom setengah bagian atas dan setengah bagian bawah dan ranking 3 dan 4 kedalam perempat bagian kolom yang tidak ditempati oleh ranking 1 dan 2.

3.6.3.4. Kolom/entry untuk ranking 5-8 harus diundi sedapat mungkin merata pada bagian perdelapan kolom yang tidak ditempati ranking III dan IV.

3.6.3.5. Kolom/entry untuk ranking 9-16 harus diundi sedapat mungkin merata pada bagian per-enambelas kolom yang tidak ditempati ranking sebelumnya dan seterusnya, hingga seluruh kolom terisi.

3.6.3.6. Pasangan/ganda putra dan putri yang berasal dari asosiasi yang berbeda diperhitungkan kepada asosiasi yang memiliki ranking dunia tertinggi, jika tidak berdasar ranking dunia, maka berdasar ranking benua, jika pemain tidak juga terdaftar dalam ranking benua, maka ditentukan berdasar ranking tim lebih tinggi diantara mereka pada kejuaraan dunia.

3.6.3.7. Ganda campuran yang berasal dari asosiasi yang berbeda harus diperhitungkan berdasarkan ranking asosiasi pemain putranya.

3.6.3.8. Sebagai alternative, tiap pemain pasangan yang berasal dari asosiasi yang berbeda dapat dijadikan satu pasangan dari kedua asosiasi tersebut.

3.6.3.9. Pada babak pendahuluan/kualifikasi, kolom yang diisi oleh pemain yang berasal dari asosiasi yang sama, hingga masuk pada jumlah kualifikasi group, harus diundi kedalam group yang berbeda, sedapat mungkin, tidak berdekatan hingga kualifikasinya terpisah sesuai dengan prinsip pada 3.6.3.3-5.

3.6.4. Perubahan-perubahan

3.6.4.1. Undian yang telah selesai hanya dapat diubah atas persetujuan panitia penyelenggara yang berwenang dan, bila sesuai, persetujuan dari wakil asosiasi yang bersangkutan.

3.6.4.2. Hasil undian hanya dilakukan untuk memperbaiki kesalah-pahaman penempatan dan penerimaan kolom/entry, untuk memperbaiki ketidak-seimbangan undian yang sangat menyolok, seperti dalam 3.6.5, atau untuk melengkapi pemain/pasangan seperti dalam 3.6.6.

3.6.4.3. Tidak boleh ada perubahan yang dibuat pada undian yang pertandingannya telah dimulai selain penghapusan seperlunya; tujuan ketentuan ini adalah bahwa kualifikasi suatu kompetisidapat dianggap sebagai pertandingan yang berbeda.

3.6.4.4. Seorang pemain tidak boleh dihapus dari undian tanpa persetujuannya, kecuali ia didiskualifikasi; persetujuan tersebut disampaikan oleh yang bersangkutan atau wakilnya yang berwenang.

3.6.4.5. Suatu pasangan ganda tidak dapat diubah jika keduanya hadir dan siap untuk bermain, kecuali seorang diantaranya mengalami cedera, sakit, atau absen, maka dapat diterima sebagai dasar perubahan.

3.6.5. Undian Ulang

3.6.5.1. Kecuali seperti dalam 3.6.4.2, 3.6.4.5., dan 3.6.5.2., pemindahan penempatan seorang pemain dalam undian tidak dibenarkan dengan alasan apapun menyebabkan tidak seimbang dan bila dimungkinkan undian diulang.

3.6.5.2. Pengecualian, bilamana terjadi ketidak-seimbangan akibat tidak hadirnya pemain/ pasangan yang diseeded pada undian yang sama, pemain lainnya yang diseeded hanya boleh dihitung ulang sesuai dengan urutan rankingnya dan diundi ulang menyebar pada tempat yang diseeded, sebagai pertimbangan bahwa sejauh persyaratan seeded tersebut oleh asosiasi unggulan.

3.6.6. Tambahan

3.6.6.1. Pemain yang tidak termasuk dalam undian dapat ditambahkan kemudian, menjadi keputusan panitia yang berwenang dan berdasarkan persetujuan referee.

3.6.6.2. Setiap kekosongan pada tempat yang diseeded harus diisi terlebih dahulu, berdasarkan urutan ranking, melalui undian untuk pemain/pasangan baru yang terkuat.; pemain/pasangan lainnya harus diundi untuk mengisi kekosongan akibat absennya pemain tersebut dan kemudian kedalam bye selain pemain/pasangan yang berhadapan dengan yang di-seeded.

3.6.6.3. Setiap pemain/pasangan yang telah diseeded dalam ranking, jika mereka telah termasuk dalam undian sesungguhnya dapat diundi ulang mengisi tempat seeded yang kosong.

Nah, sudah jelaskan mengenai pertauran lengkap tenis meja khususnya pada peraturan Undian untuk Sistem Gugur? Semoga bermanfaat. Amin
http://www.tenismeja.org/peraturan-tenis-meja/peraturan-ittf-20122013-bhs-indonesia.html?start=21

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel