Menulis Paragraf Naratif - Materi Bahasa Indonesia SMA Kelas X

Materi Bahasa Indonesia SMA Kelas X, Menulis Paragraf Naratif. Pada kesempatan berikutnya saya sudah posting seputar materi bahasa indonesia SMA kelas X secara keseluruhan semester 1 dan 2 (Baca di sini). Unsur unsur paragraf. Contoh paragraf naratif. Nah, dalam pembahasan kali ini kita akan bahas materi bahasa indonesia seputar Paragraf Naratif untuk SMA kelas X semester 1.
materi bahasa indonesia, kelas x SMA, contoh paragraf naratif

Contoh paragraf Naratif

Menulis Paragraf Naratif. Sebuah paragraf tersusun atas rangkaian kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Jika tidak terdapat keduanya, maka belum bisa dikatakan sebagai paragraf. Paragraf yang baik setidaknya memuat 4 unsur berikut :

a. Kesatuan (kohesi): sebuah paragraf dianggap memenuhi kriteria kesatuan apabila kalimat-kalimat dalam paragraf tersebut
bersama-sama mendukung suatu hal atau tema tertentu.
b. Kepaduan (koherensi): sebuah paragraf dianggap memenuhi kriteria kepaduan apabila semua kalimat yang membangun paragraf saling terkait antara kalimat yang satu dan kalimat lainnya yang membentuk paragraf tersebut.
c. Kelengkapan: sebuah paragraf dianggap lengkap jika paragraf tersebut dibangun oleh beberapa kalimat yang terdiri atas kalimat utama dan kalimat-kalimat uraian atau penjelas.
d. Kevariasian: sebuah paragraf dinyatakan memenuhi kriteria kevariasian apabila kalimat-kalimat yang membangun paragraf tersebut bervariasi baik dari segi struktur kalimat, bentuk kata, maupun pilihan kata (diksi) yang digunakan.
Paragraf disebut juga sebagai alinea. Secara fisik, paragraf mempunyai ciri-ciri dengan tulisan menjorok ke dalam di awal paragraf atau menggunakan spasi ganda antara jarak paragraf yang satu dengan paragraf yang lain.
Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dibedakan atas paragraf deduktif, induktif, dan deduktif-induktif (campuran). Sedangkan berdasarkan teknik pemaparannya, paragraf dibedakan atas paragraf naratif, deskriptif, ekspositif, argumentatif, dan persuasif. Bilamana kita memanfaatkannya? Hal ini sangat bergantung pada kebutuhan dan tujuan penulisan paragraf.

Paragraf naratif merupakan suatu bentuk paragraf yang berusaha menggambarkan suatu kejadian atau peristiwa dengan nyata sehingga seolah-olah pembaca melihat dan mengalami sendiri peristiwa atau kejadian tersebut. Unsur-unsur penting dalam paragraf naratif adalah unsur perbuatan atau tindakan, tempat dan rangkaian waktu. Oleh karena itu sebuah paragraf naratif seringkali digunakan dalam penulisan prosa dalam karya sastra. Paragraf naratif, biasanya mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam suatu rangkaian waktu (Keraf, 1994). Perhatikan contoh penggunaan paragraf naratif berikut :
Pukul dua malam Marni bangkit. Mula-mula ia berjalan menuju kamar suaminya. Dipandangnya Parta yang tetap tertidur meskipun dengan tarikan-tarikan napas yang berat. Pundak laki- laki itu naik dan agak maju, ciri utama seorang penderita asma. Wajahnya pucat. Tulang pelipis dan tulang pipinya menyembul. Ketika rasa benci mulai merayap di hati Marni, ia berbalik ke dipan sebelah. Di sana kedua anaknya lelap. Kesucian dua bocah itu tergambar pada kedamaian wajah mereka. Marni hanya membetulkan letak selimut anaknya lalu keluar. Ia masuk ke kamar Tini. Ditatapnya wajah gadis itu lama-lama. Hidung itu persis hidung Karman, juga bibir Tini. “Anakku, kukira benar kata orang. Kau cantik. Mudah-mudahan kau lebih beruntung dalam hidupmu. Berbahagialah, besok kau akan bertemu dengan ayahmu. Oh kau tak tahu siapa sebenarnya yang lebih berhasrat berjumpa dengan ayahmu
Coba perhatikan dan pahami sekali lagi penggalan teks di atas. Penggalan dari novel Kubah di atas ditulis dengan memanfaatkan paragraf naratif.
Dipandangnya Parta yang tetap tertidur meskipun dengan tarikan-tarikan napas yang berat. Pundak laki-laki itu naik dan agak maju, ciri utama seorang penderita asma. Wajahnya pucat. Tulang pelipis dan tulang pipinya menyembul.
Penggambaran penulis tentang seorang penderita asma di atas mampu membuat pembaca seolah-olah mengenali sosok Parta yang menderita penyakit asma, selain juga memahami bahwa orang yang berpenyakit asma mempunyai bentuk badan yang khas. Kemampuan menggambarkan dan menuangkan dalam paragraf naratif ini tidak muncul begitu saja melainkan melalui latihan terus-menerus serta melakukan pengamatan yang intens terhadap segala sesuatu yang terjadi baik di sekitar lingkungan kita atau saat kita berada di tempat lain.

Contoh soal latihan untuk materi paragraf naratif :
  1. Baca penggalan teks prosa dalam karya sastra berikut! Selanjutnya lakukan identifikasi terhadap penggalan teks tersebut! tunjukkan bagian-bagian yang mengarah pada karakteristik paragraf naratif! Sertakan alasan yang mendukung temuanmu tersebut!
    “Bujang itu pergi masuk ke dalam melalui pintu yang menganga dari pagar tembok agak rendah. Barang ke mana mata di tujukan, bila tak ke atas, yang nampak hanya warna putih kapur tembok. Sedang di samping kanan iringan pengantin, di gedung utama, membubung lantai setinggi pinggang, kemudian sebuah pendopo dengan tiga baris tiang putih. Gadis Pantai takkan bisa memeluknya, bapak pun barangkali juga tidak. Tiang-tiang itu lebih besar dari pelukan tangan manusia. Setiap baris terdiri atas enam tiang. Burung gereja kecil-kecil berterbangan bermain-main di antara burung walet. Dan gagak pada pohon-pohon beringin sana tak henti-hentinya bergaok menyeramkan.”
  2. Cari sebuah topik yang berhubungan dengan pendidikan! Selanjutnya, buat kerangka dan kembangkan dalam paragraf naratif dengan memperhatikan pola urutan waktu dan tempat!
  3. Tukarkan hasil tulisanmu dengan temanmu! Berikan tanggapan dan saran atas hasil tulisan temanmu, apakah sudah memenuhi persyaratan untuk sebuah paragraf naratif ataukah belum!
  4. Perbaiki hasil tulisanmu berdasarkan tanggapan dan saran dari temanmu!
Semoga materi bahasa indonesia ini bermanfaat bagi sobat. Amin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel