Materi Bahan Makalah : Konsep Dasar Statistika

Zona Pelajar. Contoh Bahan Makalah : Materi Konsep Dasar Statistika. Konsep Dasar Statistika Pengertian Statistik dan Statistika Istilah statistik adalah istilah yang sangat popular kita dengar, bahkan disemua kantor ada statistik. Karena seringnya penggunaan istilah statistik ini maka pada umumnya orang tidak dapat membedakan mana statistik, dan mana statistika. Sebagai contoh pengarang buku statistika, masih banyak yang menggunakan istilah statistik. Antara statistik dan statistika berbeda.
Konsep Dasar Statistika
Dalam pengertian yang sederhana statistik adalah data; misalnya harga barang A, jumlah penduduk suatu daerah, angka kecelakaan, Hasil Pilkada yang menunjukkan persentase (%) perolehan suara setiap calon, dll. Dalam pengertian yang lebih luas, statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka, maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar), atau digram yang menggambarkan suatu keadaan atau kaitan suatu hal tertentu; misalnya:
  • Statistik penduduk, adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah penduduk.
  • Statistik ekonomi, adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah ekonomi.Statistik pendidikan, adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah pendidikan.
Sejarah Statistika

Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah-istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium yang berarti “Dewan Negara” dan dalam bahasa Italia statista yang berarti “Negarawan atau Politikus”.

Gottfried Achenwall (1974) menggunakan statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai ilmu tentang negara (state). Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi “Ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data”.

Sir John Sinclair memperkenalkan nama statistics dan pengertiannya ke dalam bahasa Inggris. Statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan, namun pada abad 19 dan awal abad ke 20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang.

Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah adalah statistika inferensia, yang dikembangkan mulai pertengahan abad ke-19 dan awal abad ke 20 oleh Ronald Fisher sebagai peletak dasar statistika inferensi, Karl Pearson tentang metode regresi linier, dan william Sealey Gosset meneliti problem sampel berukuran kecil.

Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astonomi hingga linguistika, bidang-bidang ekonomi, biologi, dan cabang-cabang terapannya serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika atau psikometrika.

Pengertian Statistik dan statistika

Statistik merupakan kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam tabel dan atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Statistik yang menjelaskan suatu hal biasanya diberi nama statistik mengenai hal yang bersangkutan. Misalnya statistik penduduk, statistik kelahiran, statistik pendidikan, statistik produksi, statistik pertanian, statistik kesehatan dan masih banyak lagi nama-nama yang lainnya.

Statistika merupakan pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan riset yang ada.

Ada dua cara untuk mempelajari statistika, yaitu statistika teoritis dan metode statistika. Mempelajari statistika teoritis diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam. Namun dalam metode statistika yang diperlukan hanya dalam bagaimana cara/tehnik menggunakan statistika.

Penggolongan Statistika

Berdasarkan tingkat pekerjaannya, statistik digolongkan menjadi

1. Statistika Deskriptif yaitu statistik yang tingkat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpun, menyusun atau mengatur, mengolah, menyajikan atau menganalisis data angka, agar dapat memberikan gambaran yang teratur, ringkas, dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan.

2. Statistika Inferensial/statistika induktif adalah statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum, dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. Dengan demikian statistika inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari statistika deskriptif.

Statistika deskriptif pada dasarnya merupakan fundamen dari ilmu statistik secara keseluruhan, ia merupakan dasar dan tulang punggung dari seluruh struktur ilmu statistik. Oleh karena itu untuk mempelajari atau memahami statistika inferensial, seseorang harus mempelajari statistika deskriptif terlebih dahulu.

Ciri Khas Statistik

Pada dasarnya statistik sebagai ilmu pengetahuan memiliki tiga ciri khusus, yaitu:
1. Statistik selalu bekerja dengan angka atau bilangan (data kuntitatif). Untuk dapat melaksanakan tugasnya, statistik memerlukan bahan keterangan yang sifatnya kuantitatif. Jika statistik dikehendaki untuk dipergunakan sebagai alat analisis bagi data kualitatif, maka terlebih dahulu data kualitatif tersebut harus diubah atau dikonversi menjadi data kuantitatif. Proses pengubahan data kualitatif menjadi data kuantitatif dikenal dengan istilah kuantifikasi.

Contoh: “pandai”, “cukup”, dan “kurang” merupakan bahan keterangan yang bersifat kualitatif mengenai prestasi belajar siswa. Agar dapat dianalisis secara statistik, data kualitatif tersebut harus diubah, misalnya yang disebut siswa “pandai” adalah mereka yang nilainya antara 80-100, “cukup” = 60-79, “kurang” = 30-59, “gagal”= 0-29. Atau siswa “pandai”=5 orang, “cukup”=30 orang, “kurang”= 3 orang danseterusya.

2. Statistik bersifat objektif. Ini mengandung pengertian bahwa statistik selalu bekerja menurut objeknya, atau bekerja apa adanya. Kesimpulan yang dihasilkan oleh statistik sebagai ilmu pengetahuan semata-mata didasarkan data angka yang dihadapi dan diolah, dan bukan didasarkan pada subjektifitas atau pengaruh luar lainnya. Itulah sebabnya statistik sering dikatakan sebagai “alat penilai kenyataan”.

3. Statistik bersifat universal. Ini mengandung pengertian bahwa ruang lingkup atau ruang gerak dan bidang garapan statistik tidaklah sempit. Statistik dapat digunakan dalam hampir semua cabang kegiatan hidup manusia. Misalnya dalam bidang perekonomian dikenal adanya statistik perdagangan, statistik pertanian, statistik perdagangan dan sebagainya. Kependudukan kita kenal adanya statistik kelahiran, statistik nikah, talak, cerai dan rujuk, dan sebagainya.

Data Statistika

Data statistik yaitu data yang berwujud angka/bilangan. Bahan mentah statistik adalah angka/bilangan.

Tidak semua angka dapat disebut data statistik tetapi harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu angka tadi harus menunjukkan ciri dari suatu penelitian yang bersifat agretatif. Penelitian yang dimaksud bersifat agretatif adalah pertama penelitian itu boleh hanya mengenai satu individu saja namun pencatatannya harus secara berulang atau lebih dari satu kali.

Kedua pencatatan boleh hanya dilakukan satu kali saja, tapi individu yang diteliti harus lebih dari satu.

Nah, cukup sekian dulu artikel mengenai konsep dasar Statistika yang bisa anda ambil sebagai bahan makalah. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel