Materi Biologi Jaringan Epidermis Pada Tumbuhan SMA - SMP

Seputar Pendidikan. Materi Lengkap Biologi Jaringan Epidermis Pada Tumbuhan SMA dan SMP. Jaringan Epidermis Pada Tumbuhan Sahabat Zona Pelajar, setelah membahas mengenai Jaringan Parenkim dan jaringan Meristem maka pada kesempatan kali ini Pustaka sekolah akan share materi mengenai Jaringan Epidermis.
Jaringan Epidermis rnerupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ tumbuhan, seperti: daun, bagian bunga, buah, biji, batang, dan akar. Fungsi utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalam. Bentuk, ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan.

Ciri khas sel epidermis adalah sel–selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin.

Seperti pada biji dan daun pinus. Dinding luar sel epidermis biasanya mengandung kutin, yaitu senyawa lipid yang mengendap di antara selulosa penvusun dinding sel sehingga membentuk lapisan khusus di permukaan sel yang disebut kutikula. Di permukaan luar kutikula kadangkala kita temukan lapisan lilin vang kedap air untuk mengurangi penguapan air.

Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang telah berubah struktur dan fungsinya diantaranya adalah: stomata (mulut daun) yang berperan sebagai tempat pertukaran gas dan uap air, trikoma yang berupa tonjolan epidermis dan tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder.

Trikoma ini berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen, garam, dan gula; rambut akar merupakan tonjolan epidermis akar yang memiliki dinding sel tipis dengan vakuola besar. ]aringan epidermis tetap ada sepanjang hidup organ tertentu vang tidak mengalami penebalan sekunder. Pada beberapa tumbuhan vang berumur panjang, epidermis digantikan oleh jaringan gabus, bila batangnya menua.

Jaringan epidermis ini berada paling luar pada alat-alat tumbuhan primer seperti akar, batang daun, bunga, buah, dan biji. Epidermis tersusun atas satu lapisan sel saja. Bentuknya bermacam-macam, misalnya isodiametris yang memanjang, berlekuk-lekuk, atau menampakkan bentuk lain. Epidermis tersusun sangat rapat sehingga tidak terdapat ruanganruangan antarsel. Epidermis merupakan sel hidup karena masih mengandung protoplas, walaupun dalam jumlah sedikit.

Terdapat vakuola yang besar di tengah dan tidak mengandung plastida. Penebalan-penebalan yang terjadi pada membran sel epidermis biasanya merupakan penebalan sekunder yang terdiri atas selulosa yang berwujud sebagai garis-garis lamela. Pada tanaman kering (xerophita), penebalan tidak hanya mengandung selulosa saja, tetapi juga mengandung zat kitin.

Selain itu, pada membran sel yang saling berhadapan dengan udara lingkungannya, umumnya penebalan semakin tebal karena adanya lapisan kutikula sehingga sel-sel epidermisnya menjadi sulit untuk dilalui air dan penguapan menjadi terbatas. Pada tumbuhan air (hidrophita), membran selnya tidak mengandung zat kitin maupun kutikula, kadang-kadang mengandung lemak dan damar.

Pada tumbuhan tertentu, lapisan epidermis selain mengandung kutikula juga mengandung lapisan lilin yang tidak dapat ditembus air. Pada tumbuhan golongan Gramineae, Cyperaceae, Equistinae, memiliki permukaan yang keras dan kaku. Ini disebabkan adanya zat-zat karbonat dan kersik pada sel-sel epidermis. Pada tumbuhan Ficus elastica terdapat hidrodermis yang bisa berfungsi sebagai tempat penyimpanan air. Sel-sel initial epidermis sebagian dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan lain yang sering disebut derivat epidermis, seperti stomata, trikoma, dan sel kipas.

Demikianlah artikel mengenai Jaringan Epidermis, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ZN] [Sumber : Pustaka Sekolah]

Artikel 2 : Jaringan epidermis merupakan jaringan yang ada di permukaan luar organ tumbuhan seperti akar, daun, batang, buah, dan bunga. Epidermis tersusun 1 sel saja, bentuknya yang bermacam macam ada yang berlekuk-lekuk, isodiametris (memanjang) dll. Di dalam epidermis terdapat vakuola yang besar yang letaknya ada di tengah dan tidak mengandung plastida .

Penebalan yang terjadi pada membran sel epidermis merupakan penebalan sekunder yang terdiri dari selulosa yang tampak seperti garis garis lamela. Pada tanaman kering seperti xerophita, penebalan tidak hanya mengandung selulosa saja, tapi juga mengandung zat kitin. Umumnya penebalan akan semakin tebal karena adanya lapisan kutikula, sehingga epidermisnya menjadi sulit untuk dilalui air dan penguapan menjadi terbatas. Lain lagi dengan tumbuhan air, pada tumbuhan air/ hidrophita, membran selnya tidak mengandung kutikula maupun zat kitin, melainkan kadang-kadang mengandung lemak dan damar.

Pada tumbuhan jenis tertentu, lapisan epidermis tidak hanya mengandung air, melainkan adanya kandungan lilin yang berfungsi agar air tidak dapat masuk ke dalam lapisan tersebut, contohnya seperti Cyperaceae, Equistinae. Kedua tumbuhan ini memiliki lapisan di permukaan yang kaku dan keras, ini karena kedua tanaman tersebut mengandung zat karbonat dan kersik pada sel epidermis.

Sel-sel inti epidermis sebagian dapat berkembang menjadi alat tambahan lain yang biasa disebut dengan derivat epidermis, contohnya seperti : sel kipas, stomata, trikoma, sel silika, sel gabus,dll

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel