Mereka Bertaruh Nyawa untuk Dapat Pendidikan

Zona Pelajar. Setelah membaca artikel ini, mohon berkomentar pada form komentar facebook di bawah. MARI pikirkan tentang uang jajan anak-anak kita pagi hari. Selanjutnya mari kita pikirkan bahwa jauh di sana, ada anak-anak di seluruh dunia sedang mempertaruhkan hidup mereka setiap hari, hanya supaya mereka bisa sampai ke sekolah dan mendapatkan pendidikan.
Jika Anda berpikir anak-anak ini sedang bersenang-senang, Anda salah besar. Apa yang sesungguhnya mereka lakukan sangat tidak bisa dipercaya.

Mereka berjalan berkilo-kilo meter jauhnya, menyebrang sungai, melewati jembatan berbahaya yang hampir putus talinya, menyebrangi sungai dengan derasnya aruskedasemua untuk melakukan sesuatu yang siswa Amerika yang tak terhitung jumlahnya hingga melewati tebing curam yang dalam sekian detik bisa jatuh dan hancur berkeping-keping ketika kakinya salah injak atau terpleset.

Anak-anak di Desa Cicaringin, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten. Yang fotonya pernah menghebohkan dunia. Untuk bisa sekolah, mereka harus menyebrang desa yang menghubungkan kampung mereka dengan menyeberang Sungai Ciliman yang berbahaya.

Di Desa Suro dan Desa Plempungan di Jawa anak-anak menggunakan saluran air, yang terentang ratusan meter di atas tanah sebagai jalan pintas, meskipun sebenarnya tidak dibangun untuk dilintasi sebagai jembatan. Fungsinya untuk saluran air, tapi begitulah adanya. Meskipun berbahaya, tapi mereka lebih suka menggunakan bangunan berbahaya itu ketimbang berjalan memutar sejauh lima kilometer.

Anak-anak memakai bentangan papan untuk jembatan menuju sekolah sementara orang dewasa memanfaatkan untuk mengangkut makanan dan barang di antara kedua desa ini.

Daily Mail pernah menuliskan sebuah artikel yang menggambarkan betapa beratnya perjalanan para pelajar Indonesia menuju ke sekolah. Harian ini bahkan menyamakan aksi mereka dengan adegan berbahaya di film Indiana Jones.

“Anak-anak di Indonesia mempertaruhkan hidup mereka sehari-hari hanya untuk menuju ke sekolah,” demikian dikitip Daily Mail.

Perjuangan seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Hampir terjadi juga di berbagai Negara; Filipina, Vietnam juga China.

Adalah sebuah pegunungan Badagong, di kawasan terpencil di Sangzhi. Kawasan ini dikelilingi oleh tebing dan tumbuhan liar pada tiap sisi. Para orangtua murid tidak punya pilihan untuk menghindari jalan menuju sekolah ini. Demi mendapatkan pendidikan, mereka rela mengorbankan nyawa mereka sendiri dengan cara menaiki tebing berbahaya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel